TEKNOLOGI QR-CODE SUDAH ADA LAMA DI BUMI NUSANTARA.

Updated: Apr 3, 2020
Negeri ini menyimpan berjuta kearifan yang sarat dengan kreatifitas. Kearifan dari tradisi berbuatnya, pengetahuan lokalnya hingga pandangan hidup yang luhung. Semua tumbuh dalam buaian alam penuh pesona.
Namun sayang, perkembangannya banyak terhenti oleh bentukan ide dan persepsi yang tidak me-nusantara. Dimulai dari kacamata atau cara pandang kolonial. Memandang bahwa yang ada diluar negeri kita (Indonesia) selalu penuh dengan kemajuan. Menganggap kita sepenuhnya harus belajar dan harus terpesona dengan kemajuan pada bangsa lain. Skeptis dan memandang bangsa sendiri selalu penuh dengan masalah dan kebodohan.
Sejatinya kita harus bisa dan terbiasa mengaktifkan indera-indera kita untuk menemukan banyak keajaiban disekitar. Jika ingin menjelajah jauh, negeri ini menyediakan banyak perjalanan yang jarak tempuhnya lebih jauh dari jarak dari Jakarta ke Pakistan. Jika ingin melihat kemajuan, banyak desa dan masyarakat yang masih menyimpan dan mengubur kearifannya, menunggu untuk dibangkitkan. Banyak kearifan yang berhenti berkembang yang harus kita gali dengan mata-penjelajah, mata-pendidik dan mata-nusantara.
Temukan banyak tanda, yang bisa langsung digunakan untuk hidup keseharian kita. Banyak rahasia yang bisa menjadi titik tumpu kreatif ala kita.
Seperti : MALAK, tanda milik tiap keluarga di Timor Tengah Utara yang kini hanya sebatas simbol. Diatas adalah coretan dari bapak mama guru tentang Malak keluarga mereka. Kini malak hanya hadir sebagai cap sapi, padahal awal penciptaannya banyak hal yang bisa dibaca dari simbol ini. Mulai dari sejarah keluarga hingga hal-hal unik lainnya. Mungkinkah ini seperti Bar-code atau QR-code pada masanya? Ataukah goresan MALAK ini lebih canggih dari teknologi zaman ini?
Seperti kehadiran MALAK, masih banyak rahasia nusantara yang menunggu dibuka dan digunakan untuk kreatif ala kita. Untuk hebatnya
Indonesia kita.



Comments